Perbedaan Fungal Acne dan Bruntusan: Mengenal Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Perbedaan Fungal Acne dan Bruntusan: Mengenal Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Pendahuluan

Permasalahan kulit seperti acne dan bruntusan seringkali menjadi keluhan yang umum di kalangan banyak orang. Namun, terdapat jenis jerawat tertentu yang dapat membingungkan, yaitu fungal acne dan bruntusan. Meskipun keduanya terlihat serupa, sebenarnya terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan antara fungal acne dan bruntusan, termasuk gejala, penyebab, serta pengobatannya.

1. Fungal Acne

Fungal acne, juga dikenal sebagai malassezia folliculitis, adalah jenis jerawat yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur bernama malassezia pada folikel rambut. Jerawat ini biasanya muncul sebagai ruam kecil berwarna merah atau berwarna kulit dan terasa gatal. Beberapa gejala umum dari fungal acne meliputi:

  • Kemerahan dan peradangan pada area yang terinfeksi
  • Ruam kecil berwarna merah atau berwarna kulit
  • Rasa gatal atau terbakar pada area yang terkena
  • Kehadiran komedo putih kecil yang terlihat seperti jerawat

2. Bruntusan

Bruntusan, juga dikenal sebagai closed comedones, adalah jenis jerawat yang terlihat seperti tonjolan kecil yang tidak meradang di permukaan kulit. Bruntusan seringkali muncul dalam kelompok dan dapat terjadi di berbagai area wajah, seperti dahi, pipi, atau dagu. Beberapa gejala umum dari bruntusan meliputi:

  • Penumpukan sebum dan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori
  • Tonjolan kecil yang tidak meradang pada permukaan kulit
  • Permukaan kulit yang kasar dan beruntusan
  • Tidak menimbulkan rasa gatal atau terasa sakit

3. Perbedaan antara Fungal Acne dan Bruntusan

Meskipun fungal acne dan bruntusan memiliki kemiripan dalam penampilan mereka, terdapat perbedaan penting yang harus diperhatikan. Perbedaan antara keduanya dapat dilihat dari beberapa aspek berikut:

  1. Penyebab: Fungal acne disebabkan oleh pertumbuhan jamur malassezia pada folikel rambut, sementara bruntusan disebabkan oleh penumpukan sebum dan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori.
  2. Gejala: Fungal acne biasanya ditandai dengan ruam merah atau berwarna kulit yang terasa gatal, sedangkan bruntusan terlihat sebagai tonjolan kecil yang tidak meradang pada permukaan kulit.
  3. Penanganan: Pengobatan fungal acne melibatkan penggunaan antijamur topikal atau oral, sedangkan bruntusan seringkali dapat diatasi dengan perawatan kulit yang baik, seperti pembersihan rutin dan penggunaan produk yang mengandung bahan eksfoliasi.

4. Pengobatan Fungal Acne dan Bruntusan

Setelah memahami perbedaan antara fungal acne dan bruntusan, penting untuk mengetahui bagaimana cara mengobatinya. Berikut adalah beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengobati kedua kondisi ini:

4.1 Pengobatan Fungal Acne

Untuk mengobati fungal acne, langkah-langkah berikut dapat diambil:

  • Menggunakan antijamur topikal seperti krim atau lotion yang mengandung bahan seperti asam salisilat atau selenium sulfida.
  • Menggunakan sampo antijamur yang mengandung zat seperti ketoconazole jika fungal acne muncul di area kulit kepala.
  • Menghindari penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung minyak atau bahan yang dapat memperparah kondisi.

4.2 Pengobatan Bruntusan

Untuk mengobati bruntusan, langkah-langkah berikut dapat diambil:

  • Melakukan pembersihan rutin menggunakan pembersih wajah yang sesuai untuk jenis kulitmu.
  • Menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung bahan eksfoliasi seperti asam salisilat atau retinol untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan mencegah penyumbatan pori-pori.
  • Menghindari pemakaian produk perawatan kulit yang mengandung minyak berlebih atau bahan yang dapat memperparah kondisi.

Kesimpulan

Meskipun fungal acne dan bruntusan terlihat serupa, terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya. Fungal acne disebabkan oleh pertumbuhan jamur malassezia pada folikel rambut, sementara bruntusan disebabkan oleh penumpukan sebum dan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori. Gejala dan pengobatan kedua kondisi ini juga berbeda. Penting bagi kita untuk memahami perbedaan ini agar dapat melakukan pengobatan yang tepat dan efektif. Jika kamu mengalami masalah kulit yang tidak kunjung membaik atau memburuk, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Pro dan Kontra: Apa yang Harus Anda Ketahui

Perbedaan Vertikal dan Horizontal: Apa yang Perlu Anda Ketahui

Perbedaan Angket dan Kuesioner: Mengenal Lebih Jauh Alat Penelitian