Perbedaan Kontraksi Palsu dan Asli: Panduan Lengkap

Perbedaan Kontraksi Palsu dan Asli: Panduan Lengkap

Pendahuluan

Kontraksi adalah salah satu pertanda bahwa persalinan akan segera terjadi. Namun, tidak semua kontraksi yang dirasakan ibu hamil adalah kontraksi asli. Terkadang, kontraksi palsu dapat membingungkan calon ibu. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan antara kontraksi palsu dan asli agar Anda dapat memahaminya dengan lebih baik.

Apa itu Kontraksi Palsu?

Kontraksi palsu, juga dikenal sebagai Braxton Hicks, adalah kontraksi yang tidak teratur dan tidak teratur waktu. Kontraksi ini biasanya tidak memperkuat atau memperpanjang seiring berjalannya waktu. Kontraksi palsu biasanya tidak terlalu terasa dan dapat hilang dengan bergerak atau beristirahat.

Apa itu Kontraksi Asli?

Sebaliknya, kontraksi asli adalah kontraksi yang teratur dan memperkuat seiring waktu. Kontraksi ini terjadi ketika otot rahim berkontraksi dan melemas secara teratur. Selama kontraksi asli, rasa sakit bisa bertambah intens dan frekuensi kontraksi menjadi lebih sering.

Perbedaan Durasi

Kontraksi palsu biasanya hanya berlangsung selama beberapa detik hingga satu menit. Mereka tidak teratur dan tidak mengikuti pola tertentu. Sementara itu, kontraksi asli umumnya berlangsung antara 30 hingga 70 detik dan secara konsisten mengikuti pola waktu yang teratur.

Perbedaan Kecepatan

Kecepatan kontraksi juga merupakan perbedaan antara kontraksi palsu dan asli. Kontraksi palsu umumnya terjadi dengan kecepatan yang lebih lambat dan tidak teratur. Sementara itu, kontraksi asli memiliki kecepatan yang meningkat seiring berjalannya waktu. Mereka menjadi lebih cepat dan lebih kuat saat persalinan semakin dekat.

Perbedaan Rasa Sakit

Rasa sakit adalah salah satu perbedaan yang paling terasa antara kontraksi palsu dan asli. Kontraksi palsu biasanya tidak terlalu terasa atau hanya memberikan rasa tidak nyaman ringan. Sementara itu, kontraksi asli seringkali lebih menyakitkan dan dapat menyebabkan rasa sakit yang intens di perut dan punggung bawah.

Perbedaan Pola dan Frekuensi

Polanya juga menjadi perbedaan yang signifikan. Kontraksi palsu tidak mengikuti pola tertentu dan seringkali muncul secara acak. Mereka juga tidak meningkat secara konsisten dalam frekuensi. Di sisi lain, kontraksi asli memiliki pola waktu yang teratur dan frekuensi yang meningkat seiring berjalannya waktu.

Perbedaan Reaksi terhadap Aktivitas

Reaksi terhadap aktivitas fisik juga dapat membedakan kontraksi palsu dan asli. Kontraksi palsu cenderung hilang atau berkurang ketika ibu hamil bergerak atau beristirahat. Namun, kontraksi asli biasanya tidak dipengaruhi oleh aktivitas dan tetap terjadi secara teratur.

Perbedaan Reaksi terhadap Perubahan Posisi

Perubahan posisi tubuh juga dapat mempengaruhi kontraksi. Kontraksi palsu sering kali menghilang atau berkurang ketika ibu hamil berubah posisi. Sebaliknya, kontraksi asli biasanya tetap terjadi tidak peduli posisi tubuh ibu hamil.

Perbedaan Penyebab

Kontraksi palsu seringkali disebabkan oleh aktivitas fisik yang berlebihan, dehidrasi, atau kandungan cairan amnion yang rendah. Mereka juga bisa terjadi karena stimulasi fisik yang lembut pada perut atau ketegangan emosional. Sementara itu, kontraksi asli adalah tanda bahwa persalinan akan segera terjadi dan disebabkan oleh kontraksi otot rahim yang lebih intens dan teratur.

Perbedaan Tanda-tanda Persalinan

Perbedaan terakhir antara kontraksi palsu dan asli adalah tanda-tanda persalinan yang menyertainya. Kontraksi asli biasanya disertai dengan tanda-tanda tambahan seperti keluarnya lendir lendir atau lendir bercampur darah (bila plasenta sudah lepas), pecahnya ketuban, dan peningkatan tekanan panggul.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, kita telah membahas perbedaan antara kontraksi palsu dan asli. Kontraksi palsu adalah kontraksi yang tidak teratur dan tidak memperkuat atau memperpanjang seiring waktu. Sementara itu, kontraksi asli adalah kontraksi yang teratur, memperkuat, dan mengikuti pola waktu yang teratur. Perbedaan-perbedaan lainnya meliputi durasi, kecepatan, rasa sakit, pola dan frekuensi, reaksi terhadap aktivitas dan perubahan posisi, penyebab, serta tanda-tanda persalinan. Dengan memahami perbedaan ini, Anda dapat lebih mudah mengenali dan menginterpretasikan kontraksi yang Anda alami selama kehamilan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Angket dan Kuesioner: Mengenal Lebih Jauh Alat Penelitian

Perbedaan EDP dan EDT: Pemahaman yang Perlu Kamu Ketahui

Perbedaan Paspor dan Visa: Semua yang Perlu Anda Ketahui